Monthly Archives March 2015

Cerita Motif: Dawatn Danan

Dawatn Danan ( Daun Rotan Danan) Bentian & Eheng – Rotan Danan adalah salah satu jenis rotan yang hidup di hutan ataupun simpunkng masyarakat Dayak Benuaq. Rotan Danan digunakan untuk membuat tempat ayam, kandang dan lantai pada pondok di ladang. Motif ini terinspirasi dari daun rotan Danan.

Dayak Benuaq merupakan bagian dari Keluarga Dayak Ot Danum. Benuaq di ambil dari kata Benua yang artinya wilayah atau spesifik area, seperti kota atau negara, atau tempat tinggal suatu kelompok atau masyarakat. Leluhur Dayak Benuaq memiliki kepercayaan animisme dan mereka percaya bahwa alam semesta dan semua makhluk hidup memiliki semangat dan perasaan, dan salah satu hal yang kurang adalah kecerdasan. Mereka diwajibkan merawat seluruh alam semesta termasuk tumbuhan dan hewan, dengan cinta dan kepedulian. Saat ini masyarakat Dayak Benuaq sudah memeluk agama Kristen Protestan dan Katholik, tetapi mereka masih menjalankan adat istiadat maupun upacara adat yang telah dilakukan secara turun temurun, misalnya seperti: upacara kelahiran, upacara Perkawinan, upacara Kematian, dan upacara belian. Belian dapat disebut juga upacaranya atau orang yang melakukan upacara tersebut. Belian (dukun/tabib) bisa lelaki maupun perempuan.Takin

 

  admin   Mar 12, 2015   Blog   0 Comment Read More

Kolaborasi dengan Mahasiswa SoD Bina Nusantara

Meningkatkan nilai produk komunitas lokal dengan berkolaborasi dengan mahasiswa SoD Universitas Bina Nusantara

Senin, 2 Maret 2014, Tim #PanenRaya bertandang ke School of Design (SoD) Universitas Bina Nusantara. Berjumpa dengan mahasiswa fakultas Desain Komunikasi Visual untuk memulai kegiatan kolaborasi membuat kampanye sosial bagi banyak komunitas lokal di Nusantara. Para mahasiswa di bawah bimbingan dosen-dosennya, akan mengolah isu, cerita, dan fakta komunitas lokal, menjadi berbagai materi kampanye yang bertujuan dapat mendorong pemahaman yang lebih baik tentang mereka di tengah publik.

Pesan utamanya yang akan diutamakan adalah Adil dan Lestari.

Dalam kegiatan ini, para mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai situasi lingkungan hidup terkini dan masyarakat pendukungnya dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Beberapa usaha penyelamatan lingkungan dan pemberdayaan komunitas adat disampaikan oleh Non-Timber Forest Product Exchange Program (NTFP-EP) Indonesia dan Yayasan Keanekaragama Hayati (KEHATI). Berasa dengan parara, di satu dari lima kelas yang ada, parara berbagi bersama Dian dari Kelompok Ruang Jakarta (RUJAK) yang menceritakan beberapa inisiatif lokal masyarakat kota dalam mempertahankan dan melindungi lingkungannya.

  admin   Mar 08, 2015   Blog   0 Comment Read More

Mahasiswa DKV Tarumanagara dan PARARA

Kolaborasi: Menambah Nilai Produk Komunitas bersama Universitas Tarumanegara

Tim #parara kali ini jalan-jalan ke ruang kelas R503 di Fakultas Design dan Seni Rupa Universitas Tarumanegara. Kunjungan ini diniatkan sebagai kegiatan berbagi wawasan sebagai bekal mahasiswa-mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Untar merancang mengomunikasikan pesan-pesan produk-produk komunitas lokal dan cerita di belakangnya secara visual.

Tim #parara terdiri dari Walhi Nasional, Non-Timber Forest Product – Exchange Program (NTFP-EP) Indonesia, dan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI). Ferdinand dari Walhi bercerita tentang produk sagu, yang uniknya dibudidaya oleh komunitas di Meranti, Riau, Sumatra, bukan di Indonesia bagian Timur seperti yang selama ini dikenal. “Sagu nggak cuma dimanfaatkan nilai ekonomisnya, tapi juga berfungsi untuk mempreservasi lahan gambut yang kaya karbon.” katanya.

Kegiatan di Hari Kamis, 5 Maret 2015 ini adalah kegiatan kolaborasi mahasiswa dengan komunitas lokal dan Lembaga Swadaya Masyarakat, pendampingnya. Selanjutnya kerja kedua belah pihak akan intensif mendiskusikan bagaimana memunculkan produk-produk keren, adil, dan lestari ini mendapatkan dukungan dari publik yang lebih luas.

Nantikan hasilnya di Festival Panen Raya pada Juni mendatang.

  admin   Mar 08, 2015   Blog   0 Comment Read More