Monthly Archives April 2015

Panen Raya Nusantara: Bersatu Menambah Mutu Demi Kesejahteraan Bangsa

Konf.-PersWritten by  ;
Apakah Anda tahu mengenai madu hutan yang menjadi salah satu dari sekian banyak produk unggulan nan khas dari rakyat Indonesia? Juga anyaman rotan, lalu beras unggul, bermacam rempah-rempah, kain tenun, dan kerupuk. Seberapa banyak dari Anda mengetahui bagaimana mendapatkan produk-produk tersebut? Mungkin tidak banyak, dan mungkin Anda berpikir mesti pergi ke daerah A untuk membeli produk kain tenun B. Ya, memang membingungkan bila ditanyakan hal tersebut, tambah bingung saat produk dari luar negeri deras membanjiri pasar domestik. Alhasil, banyak dari kita jarang mendapatkan atau bahkan mengetahui bahwa bangsa ini ternyata memiliki banyak produk-produk komunitas yang unggul dan tak kalah dari produk luar.

Nah, di tengah keprihatinan akan perhatian terhadap produk-produk komunitas yang masih terpinggirkan, 22 lembaga/institusi beserta 200an komunitas menggelar Festival Panen Raya Nusantara dengan tajuk “Menuju Ekonomi Komunitas Adil Lestari”. Festival tersebut, menurut Jusupta Tarigan, Kepala Sekretariat Panen Raya Nusantara, digelar demi memaksimalkan potensi dan ceruk pasar terhadap produk-produk komunitas yang sangat besar, baik di tingkat daerah, nasional maupun mancanegara. Festival ini tidak hanya bersifat perayaan semata, tetapi mencoba menghadirkan terobosan mekanisme injeksi bisnis dari produk-produk tersebut. Bagaimana ratusan komunitas penghasil produk unggulan tersebut dapat bertemu dengan penggiat industri kreatif untuk meningkatkan daya jual dan pemahaman produk yang lebih baik kepada publik. Ke depan, menurut pria yang biasa disapa JT itu, mereka bakal menghadirkan kanal penjualan bersama, baik secara fisik maupun online (semacam online shop). Baca selengkapnya;

  admin   Apr 21, 2015   Blog   0 Comment Read More

ANYAMAN DESA KELUMBI

11139423_496699480480738_4055451953471506758_n

ANYAMAN DESA KELUMBI hasil kerajinan masyarakat Suku Dayak Desa, Desa Kelumbi, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat merupakan kerajinan anyaman bambu yang dikombinasikan dengan tanaman lokal yang mempunyai fungsi seperti bambu namun dengan tampilan yang berbeda, seperti tanaman senggang, rotan dan juga resam.

Hutan merupakan tempat mewariskan ilmu pengetahuan tradisional. Hutan berfungsi sebagai objek dan tempat belajar untuk mewariskan ilmu-ilmu tradisional dari orang tua kepada anaknya. Di hutan orang tua mengajar anak-anaknya tentang tumbuh-tumbuhan yang boleh dimakan, ubat-ubatan, tumbuhan beracun, bagaimana mengenali ciri-ciri, mengenali nama dan bagaimana memanfaatkannya untuk mendapatkan nafkah sehari-hari.

Belajar di dalam hutan melalui kebiasaan yang bermula dengan ikut- ikutan masuk ke hutan dari sejak kecil, mereka secara tidak sengaja mendapatkan pengalaman dan pelajaran dari orang tuanya untuk mengenal hutan, cara menyelamatkan diri, dan pelbagai cara hidup di dalam hutan. Pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun itu merupakan pendidikan informal yang sangat berharga bagi orang Dayak maupun masyarakat luas apabila dikaji dan dikembangkan lebih lanjut. Sebagai contoh dalam mengenal tanaman ubat dan racun, manfaatnya untuk jenis penyakit apa, bagaimana cara pengolahannya, dan sebagainya. pengetahuan ini juga penting bagi masyarakat luas .

Sayangnya, kurangnya apresiasi masyarakat Indonesia terhadap seni dan budayanya sendiri serta tingginya intensitas eksposur budaya luar negeri membuat budaya kita makin lama makin dianggap kuno dan semakin ditinggalkan. Adanya hiburan yang berbentuk digital, membuat anak dan ibu tidak mewariskan dongeng-dongeng lagi. Ketika mencabut rumput pun bahan cerita ibu-ibu pun cerita tentang kisah drama di televisi. Anak dari kecil umur 6 tahun sudah di sekolah, jika sampai kuliah, 22 tahun itu tidak dekat dgn lingkungannya. Ini jelas menghambat pewarisan pengetahuan. Ditambah lagi faktor lingkungan sebagai tempat penyokong banyak pengetahuan tradisional banyak yang sudah rusak.

Untuk itu perlu dilakukan upaya memasyarakatkan kembali nilai dan seni budaya yang terkandung di dalam produk-produk anyaman, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan apresisasi masyarakat terhadap seni Desa Kelumbi serta melestarikan budaya yang terkandung di dalamnya.

Di bawah ini adalah proses pembuatan materi komunikasi visual pendukungnya dalam beberapa alternatif desain untuk kebutuhan kampanye Desa Kelumbi, hasil eksplorasi Kurniawan dan rekan-rekan. Mereka adalah para mahasiswa DKV School of Design BINUS University, yang turut mendukung kegiatan Festival Panen Raya Nusantara.

18223_496699493814070_9149173129085536540_n

 

11162515_496699487147404_3453967881922234081_n

11156393_496699497147403_1810197975348681726_n 11051210_496699483814071_3370232019953428776_n

  admin   Apr 20, 2015   Blog   0 Comment Read More

Madu Dari Lebah Rinjani

11150614_496715210479165_6988106840354716696_n

KELOMPOK TANI SARI MADU, DESA MUMBUL SARI, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, dengan hasil panen berupa madu, terbentuk tanggal 10 Juli 2006 silam. Kelompok Tani Sari Madu ini telah mampu mengembangkan usahanya melalui 34 orang anggotanya dengan luas areal yang menjadi garapan anggota kelompoknya 26,15 Ha.

Latar belakang terbentuknya kelompok Tani Sari Madu didasarkan atas inisiatif dan kesadaran dari seluruh warga masyarakat desa atas pengalaman masyarakat betapa sulit dan tidak enak hidup dan bekerja sendiri-sendiri. Sehingga para tokoh agama, tokoh masyarakat bermusyawarah sepakat untuk membentuk sebuah kelompok yang kemudian dinamakan Kelompok Tani Sari Madu, Di awal terbentuknya, hal-hal yang dilakukan anggota kelompok Tani Sari Madu di wilayah ini adalah tanaman jagung dan jambu mente. Seiring dengan berjalannya waktu, kelompok ini juga telah mampu mengembangkan usaha lain yaitu Budidaya Lebah Madu yang ternyata saat ini menjadi produk unggulan dari Kelompok Tani Sari Madu.

Pengalaman membuktikan bahwa budidaya lebah madu yang dijalankan anggota kelompoknya, ternyata tidak membutuhkan lahan yang luas, namun hasilnya sungguh luar biasa. Hal inilah yang membuat anggota kelompok semakin berminat untuk mengembangkan usahanya. Dengan demikian, maka niat anggota kelompok dalam mengembangkan usahanya tersebut terus bermunculan untuk tetap berkeinginan untuk menanam pohon di lahan yang memang menjadi areal produksi madu miliknya.

Bersama Pemerintah Daerah Kab. Lombok Utara bekerja keras melakukan upaya-upaya rehabilitasi hutan dan lahan serta perbaikan lingkungan secara serius dan terus-menerus agar pengelolaan dan pemanfaatan potensi sumber daya hutan melalui pengembangan tanaman dan hasil hutan bukan kayu dilaksanakan secara optimal dan berkelanjutan. Dengan melakukan program tersebut, tentu bencana tanah longsor dapat dicegah, sehingga masyarakat dapat hidup dengan tenang, aman dan sejahtera. Nampak usaha nyata di mana terlihat kesadaran masyarakat untuk menanam pohon dan memperbaiki lahan kritis dan gersang menjadi hijau. Dari segi ekologi memang sudah nampak baik, namun masih belum menjamin perbaikan ekonomi masyarakat. Untuk itu Bupati minta untuk berkreasi dan mencari solusi agar dapat dikembangkan program yang dapat meningkatkan pendapatan petani, seperti yang nampak saat ini pengembangan budidaya lebah madu.

Saat ini peternak lebah madu di Desa Mumbul Sari, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, kewalahan memenuhi permintaan konsumen karena volume produksi masih terbatas. Menurut Syafruddin Ketua Kelompok Tani, pada musim kemarau seperti sekarang permintaan sedang ramai karena madu yang diproduksi lebih bagus kualitasnya dibandingkan saat musim hujan. Namun upaya menambah skala produksi masih dihadapkan pada kendala ketersediaan pakan berupa jenis bunga yang menjadi sumber makanan lebah. Sumber pakan yang tersedia saat ini masih sebatas pada jenis bunga pohon dadap dan pohon kapuk. Diharapkan adanya aneka jenis bunga yang bisa jadi sumber pakan, sehingga mempengaruhi kualitas rasa madu. Namun hal ini masih sulit diwujudkan, apalagi pada musim hujan, bunga agak jarang. Kendala lainnya adalah menekan kadar air yang terkandung dalam madu sebagai akibat musim hujan.

Untuk itu perlu dilakukan upaya mengkomunikasikan Madu Mumbulsari, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan usaha tani yang lebih maju. Di bawah ini adalah proses pembuatan materi komunikasi visual dalam beberapa alternatif desain untuk kebutuhan promosi Madu Mumbulsari, hasil eksplorasi Yashinta dan rekan-rekan. Mereka adalah para mahasiswa DKV School of Design BINUS University, yang turut mendukung kegiatan Festival Panen Raya Nusantara.

10421230_496715193812500_2567028876186441276_n 10996626_496715207145832_2904524883346890253_n 11152353_496715197145833_2111500825093840180_n

 

  admin   Apr 20, 2015   Blog   0 Comment Read More

SUKU DAYAK BISOMU SANGGAU

11178379_496796150471071_6783472959591790857_n

MASYARAKAT SUKU DAYAK BISOMU SANGGAU, Kalimantan Barat merupakan satu dari beberapa pengrajin hasil hutan bukan-kayu seperti bambu dan rotan, yang mereka kelola sedemikian rupa hingga menjadi produk anyaman berupa tikar maupun tas untuk keperluan sehari-hari. Pulau Kalimantan dikenal memiliki Sumber Daya Alam yang sangat tinggi dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya. Melihat potensi yang dimiliki masyarakat Suku Dayak Bisomu Sanggau, Yayasan Dian Tama (YDT) hadir untuk membantu mereka mengembangkan potensi yang ada. YDT membantu masyarakat Suku Dayak Bisomu Sanggau untuk mengembangkan rantai produksi bambu dan rotan yang diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual yang tinggi. Produk ini dipasarkan di Jakarta dan juga dikembangkan menjadi tas fashion yang dijual di pusat perbelanjaan yang dijual baik di dalam maupun di luar Indonesia.

Dalam pemberdayaan masyarakat Dayak, YDT tidak hanya berupaya melestarikan kerajinan tradisional, namun juga mendukung masyarakat Dayak agar selalu melakukan inovasi dan perubahan untuk mengembangkan usaha produk anyaman ini sehingga produk yang ada menjadi lebih fashionable dan dapat diterima oleh masyarakat luas. Lewat kampanye sosial ini, kami ingin membantu meningkatkan kesadaran pada masyarakat mengenai betapa berharganya setiap produk yang dibuat dengan melihat dari segi nilai kemanusiaannya. Dengan demikian, akan terjadi sebuah perubahan citra terhadap produk-produk lokal yang dihasilkan komunitas-komunitas yang ada. Masyarakat memiliki kecintaan terhadap produk-produk lokal serta memiliki pandangan yang lebih positif terhadap produk-produk lokal.

Di bawah ini adalah satu alternatif desain dari proses pembuatan materi komunikasi visual pendukung kampanye sosial untuk produk anyaman Suku Dayak Bisomu Sanggau, hasil eksplorasi Silvi Andreani dan rekan-rekannya. Mereka adalah para mahasiswa DKV School of Design BINUS University, yang turut mendukung kegiatan Festival Panen Raya Nusantara.

11148724_496796110471075_254156796317345610_n

 

11070752_496796127137740_6763483599120982119_n

 

  admin   Apr 20, 2015   Blog   0 Comment Read More
Page 1 of 3123