Kopi Luwak Malabar

  admin   Apr 16, 2015   Blog   1 Comment

KELOMPOK TANI RAHAYU Desa Margamulya, Pengalengan Bandung Selatan, bergerak di bidang budidaya hortikultura sejak tahun 1992. Mulai tahun 2001 fokus pada satu komoditas tanaman yaitu kopi dan mendapat Hak Kelola Hutan Pangkuan Desa dari Perhutani KPH Bandung Selatan seluas 60 hektar. Di tahun yang sama, daerah Pengalengan mengalami musibah bencana gempa bumi dan dibukalah dapur umum. Kegiatan dapur umum inilah yang menjadi titik awal usaha kopi yang dirintis oleh Kopi Malabar Indonesia.

Perjalanan Kopi Malabar

Perjalanan Kopi Malabar

Lewat merek Kopi Malabar yang sudah mendapatkan hak paten atas merek, Kelompok Tani Rahayu mengembangkan usaha kopinya dengan pengembangan lahan kebun kopi, seperti revitalisasi lahan garapan yang terlantar, penanaman kebun kopi baru dan pembangunan lahan pembibitan Kopi Malabar Indonesia. Selain itu dilakukan pengembangan Kopi Luwak Malabar dengan penangkaran luwak, pengembangan budidaya luwak, hingga pembangunan sarana kandang luwak yang representatif. Tidak lupa program kemitraan dengan Perhutani terus dijalankan. Tahun 2011 perhatian terhadap kualitas kopi terus ditingkatkan dengan dilakukan pendampingan oleh tenaga ahli dari Belanda serta fasilitas produksi berupa pabrik, gudang dan mesin roasting.

Sedikit cerita mengenai Kopi Luwak di mana Indonesia dikenal sebagai negara penghasil kopi luwak terbaik di dunia. Kopi luwak berasal dari biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak. Kopi Luwak Malabar memiliki cita rasa dan aroma kopi yang unik karena luwak Malabar hanya menelan buah kopi yang benar-benar matang.

Kopi Luwak berbeda dengan pengolahan kopi secara biasa karena adanya proses fermentasi dan pengeraman di dalam perut hewan luwak selama beberapa jam serta hewan luwak mampu menyeleksi biji kopi segar yang benar-benar matang dan berkualitas. Selama proses pencernaan di dalam perut, luwak mengeluarkan enzim-enzim yang berguna selama proses pencernaan serta berlangsung pula proses fermentasi terhadap biji kopi tersebut. Itu sebabnya biji Kopi Luwak hasil fermentasi hewan luwak memilik aroma harum khas yang tidak bisa tergantikan oleh proses pembuatan kopi biasa. Meskipun biji kopi kemudian dikeluarkan dalam bentuk kotoran oleh luwak berupa gumpalan biji kopi utuh bercampur lendir, biji Kopi Luwak tersebut dibersihkan dengan metode double washer sehingga bebas najis, dan memiliki aroma khas berbeda dengan kopi non-fermentasi, selanjutnya mengalami processing sebagaimana pengolahan biji kopi lainnya. Lewat upaya budidaya luwak, Kopi Malabar telah berhasil mengembangbiakkan luwak melalui perkawinan. Terlebih saat ini luwak merupakan hewan yang dilindungi mengingat populasinya yang semakin menipis.

Beberapa produk yang dihasilkan oleh Kopi Malabar Indonesia adalah buah kopi dan bibitnya, mesin kopi serta berbagai jenis kopi seperti Gourmet Arabica Coffee, Specialty Arabica Coffee dan Luwak Arabica Coffee. Dengan adanya pola kemitraan yang dijalankan maka Kopi Malabar Indonesia siap berkembang lebih maju dan untuk itu diperlukan media komunikasi visual yang dapat menyampaikan keunggulan Kopi Malabar Indonesia, serta kemasan yang sesuai dengan kebutuhan serta memiliki karakter yang tepat.

Di bawah ini adalah proses pembuatan kemasan serta materi komunikasi visual pendukungnya dalam beberapa alternatif desain untuk kebutuhan Kopi Malabar Indonesia, hasil eksplorasi Alam Ghulam Alia, Angie Febrianie, Claudia Megacindy, Katarina Nadya, Michael Henoch, Riefky Surya Delfiandrie. Mereka adalah para mahasiswa DKV School of Design BINUS University, yang turut mendukung kegiatan Festival Panen Raya Nusantara.

alternatif desain kemasan (1)

alternatif desain kemasan (1)

alternatif desain kemasan (2)

alternatif desain kemasan (2)

alternatif desain kemasan (3)

alternatif desain kemasan (3)

One Comment

  1. era Says: January 20, 2016 7:29 PM Reply

    waaaa, Thanks utk ide barunya sis. penting benar
    untuk aku yg merintis dagang kopi, mohon doanya

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*