Pra Festival

Fase ini membangun promosi dan strategi komunikasi yang profesional untuk menyampaikan pesan produk komunitas kepada kelompok sasaran utama.

1praSebuah kesepakatan Kerangka Kerja (ToR/Term of Reference) dilakukan, sebelum proses asesmen dan penguatan produk dilakukan. Dalam penguatan produk, pekerja kreatif profesional dan kalangan mahasiswa dari institusi pendidikan Desain Komunikasi Visual akan dipertemukan dengan para wirausahawan dari komunitas produksi lokal. Pada kegiatan ini akan tercipta kolaborasi para pekerja kreatif terkait wirausahawan dari komunitas sasaran. Dalam tahap ini berbagai materi komunikasi visual, termasuk kemasan produk komunitas, akan dibuat lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Dalam proses ini pula para pekerja kreatif dapat memperoleh pemahaman tentang nilai-nilai lokal di Nusantara, termasuk mendorong perhatian lebih luas pada keselamatan ekologis mereka.

Pada proses pra-festival, media-mainstream dan non-mainstream, baik lokal dan nasional diajak untuk memublikasi berbagai temuan dan proses perancangan. Penyertaan media ini dilakukan sebagai upaya media-advokasi dalam memberikan pemahaman dan kepedulian media terhadap kewirausahaan komunitas lokal dan kolaborasi dengan para pekerja kreatif. Beragam cerita seperti: proses kerja, komunikasi kota-desa, kearifan lokal, harapan, dan potensi diharap dapat tersebar luas dengan kerjasama dengan media ini.

(1) Kegiatan selama Fase Pra-festival

  1. Penyusunan kerangka kerja (ToR – Term of Reference) untuk produk lokal kreatif, adil dan lestari,
  2. Assesment produk dan peserta komunitas lokal,
  3. Fasilitasi komunikasi dua arah antar komunitas produsen lokal dengan perancang professional dan mahasiswa Desain Komunikasi Visual,
  4. Dokumentasi dan publikasi proses komunikasi dan kerja,
  5. Pemilihan produk lokal yang siap diluncurkan.
  6. Media dan Komunikasi
  7. Kurasi produk dan pameran

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*