WARSI

Warsi

Pengelolaan hutan harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih komprehensif untuk mendukung keberlanjutan ekosistem di satu sisi dengan melibatkan sisi lain seperti penguatan masyarakat, peningkatan ekonomi, keadilan dan demokratisasi masyarakat. Warung Informasi Koservasi (Warsi) berdiri untuk mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan. Saat berdiri Jnauari 1992, Warsi adalah forum aliansi 12 LSM di empat provinsi yaitu Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jambi dan Bedulu yang peduli pada masalah konservasi sumber daya alam dan pengembangan masyarakat.

Seiring perkembangan waktu,  Warsi tidak lagi membatasi diri di kalangan LSM saja,  tetapi juga terbuka bagi para profesional dan perguruan tinggi serta kalangan lain yang tertarik dan berminat untuk mendukung konservasi dan pengembangan masyarakat. Warsi telah membuka diri lebih luas melalui dialog dengan berbagai pihak yang terlibat dalam konservasi dan upaya pengembangan masyarakat di empat provinsi di atas seperti Pemda (melalui Bappeda, Bappedalda, Dinas Kehutanan, BPN), Instansi Teknis Pemerintah (khususnya PHKA Departemen Kehutanan), masyarakat adat, perguruan tinggi, swasta, serta pihak lain yang peduli.

Juli 2002 Yayasan Warsi berubah menjadi perkumpulan dengan nama Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi.  Sejak 6 Desember 2002, sekretariat Warsi pindahkan ke Kota  Jambi. Kepindahan bermaksud menyambungkan kegiatan-kegiatan konservasi dan pemberdayaan masyarakat ke tingkat pembuat kebijakan di Provinsi Jambi dan nasional, di samping kedekatan dengan para pihak lainnya yang telah terbangun selama ini.

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*