Berita

Upaya Pemerintah Dukung Hak Cipta UMKM


Kementerian Koperasi dan UKM telah memfasilitasi sebanyak 2.550 UMKM yang bergerak di berbagai bidang untuk mendapatkan hak cipta bagi kelangsungan usahanya. Hal ini sejalan dengan amanat UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM. Dalam rangka meningkatkan promosi dagang produk UMKM, perlu dilakukan fasilitasi pemilikan hak atas kekayaan intelektual (hak cipta dan hak merek) atas produk dan desain UMKM untuk kegiatan dalam negeri dan luar negeri.

"Sejak diluncurkan pada 2014 sampai Mei 2017, kami telah memfasilitasi sebanyak 2.550 UMKM yang bergerak di bidang usaha pakaian dan batik, perhiasan dan aksesoris, handycraft, tas dan sepatu, serta songket dan tenun untuk mendapatkan hak cipta," kata Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Menurut AAGN Puspayoga, standarisasi dan sertifikasi produk merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk UMKM, baik di pasar internasional maupun dalam negeri. "Hak cipta dan hak merek adalah salah satu bentuk sertifikasi produk yang merupakan bagian dari Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Kekayaan intelektual inilah yang akan menjadi aset yang sangat berharga bagi UMKM dalam berinovasi dan berkreasi," katanya.

Pemerintah juga memberi perlindungan terhadap kekayaan intelektual, khususnya terhadap produk-produk yang diperdagangkan. Terkait hal ini, Puspayoga juga menyatakan bahwa waktu pendaftaran hak cipta yang semula selambat-lambatnya tiga bulan berubah menjadi selambat-lambatnya 11 hari.

"Bahkan, secara online apabila dokumen lengkap, dapat diselesaikan dalam waktu satu hari," ungkap Puspayoga.

Produk UMKM yang strategis dan memiliki daya saing yang akan diprioritaskan dan diberi HKI antara lain adalah pakaian dan batik, perhiasan dan aksesoris, kerajinan tangan, furniture, tas dan sepatu, serta songket dan tenun. Sementara, untuk hak merek produk UMKM diprioritaskan kepada produk UMKM yang telah memiliki pasar potensial. Hal ini bertujuan agar produk UMKM memiliki perlindungan karena memiliki merek dagang sendiri.

Berita Terkait


Pangan Dan Keanekaragaman Hayati Di Dataran Tinggi Krayan »

Beragam sayur-sayuran dan buah-buahan yang dijual hari ini berasal dari hutan atau tempat lain.

Pangan Lokal »

Pangan lokal merupakan satu topik yang menjadi fokus dalam PARARA 2017 dan menjadi istilah yang banyak disebut dalam PARARA.

Awali Pagi Dengan Yoga Bersama PARARA »

Festival PARARA hari kedua, Jum'at (14/10) diawali dengan yoga bersama komunitas yoga Taman Suropati.