Berita

Ulap Doyo Tenun Khas Dayak Benuaq


Salah satu komunitas yang akan bergabung di Festival PARARA 2017 adalah Tilita, dari suku Dayak Benuaq. Tilita hadir dengan membawa produk Tenun Doyo serta berbagai aksesoris unik dari serat doyo. Tenun Doyo biasanya menonjolkan warna-warna merah, hitam dan coklat dengan motif flora, fauna dan mitologi. Diceritakan Tilita, kain tenun Doyo biasanya digunakan sebagai mahar perkawinan.

Kain tenun doyo dibuat dari serat doyo, sejenis tanaman yang tumbuh di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Tanaman Doyo mirip daun pandan dengan ukuran yang lebih lebar. Tanaman ini hanya tumbuh di lahan-lahan dipinggiran hutan dan ladang di wilayah Kutai Barat. Saat ini, tanaman ini kembali dilestarikan setelah sempat langka karena tergusur perkebunan kelapa sawit.

Berita Terkait


SIARAN PERS: Hak Kekayaaan Intelektual (HKI) Melindungi Produk dan Komunitas Lokal »

Jakarta, 14 Oktober 2017 – Persoalan pembajakan, plagiat dan pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Indonesia masih kerap terjadi.

Madu Dari Lebah Rinjani »

Kelompok Tani Sari Madu, desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, dengan hasil panen berupa madu, terbentuk tanggal 10 Juli 2006 silam.

UKM Pangan Award: Upaya Pemerintah Dukung UKM Pangan »

Pemerintah mendukung keberadaan dan kemajuan Usaha Kecil Menengah (UKM) pangan melalui UKM Pangan Award.