Berita

Ulap Doyo Tenun Khas Dayak Benuaq


Salah satu komunitas yang akan bergabung di Festival PARARA 2017 adalah Tilita, dari suku Dayak Benuaq. Tilita hadir dengan membawa produk Tenun Doyo serta berbagai aksesoris unik dari serat doyo. Tenun Doyo biasanya menonjolkan warna-warna merah, hitam dan coklat dengan motif flora, fauna dan mitologi. Diceritakan Tilita, kain tenun Doyo biasanya digunakan sebagai mahar perkawinan.

Kain tenun doyo dibuat dari serat doyo, sejenis tanaman yang tumbuh di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Tanaman Doyo mirip daun pandan dengan ukuran yang lebih lebar. Tanaman ini hanya tumbuh di lahan-lahan dipinggiran hutan dan ladang di wilayah Kutai Barat. Saat ini, tanaman ini kembali dilestarikan setelah sempat langka karena tergusur perkebunan kelapa sawit.

Berita Terkait


SIARAN PERS: PARARA Fashion Show, Menjaga Tradisi dan Merawat Bumi Lewat Fashion »

Sabtu, 15 Oktober 2017 bertempat di Taman Menteng Jakarta Pusat, empat desainer kebanggaan Indonesia menampilkan karya-karya terbaiknya.

SIARAN PERS Pembukaan Panen Raya Nusantara 2017 - Menuju Ekonomi Komunitas Lokal Yang Adil dan Lestari »

Jakarta, 13 Oktober 2017 – Festival Panen Raya Nusantara (PARARA) 2017 secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Triawan Munaf di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Jum’at 13 Oktober 2017.

UKM Pangan Award: Upaya Pemerintah Dukung UKM Pangan »

Pemerintah mendukung keberadaan dan kemajuan Usaha Kecil Menengah (UKM) pangan melalui UKM Pangan Award.