Berita

Ulap Doyo Tenun Khas Dayak Benuaq


Salah satu komunitas yang akan bergabung di Festival PARARA 2017 adalah Tilita, dari suku Dayak Benuaq. Tilita hadir dengan membawa produk Tenun Doyo serta berbagai aksesoris unik dari serat doyo. Tenun Doyo biasanya menonjolkan warna-warna merah, hitam dan coklat dengan motif flora, fauna dan mitologi. Diceritakan Tilita, kain tenun Doyo biasanya digunakan sebagai mahar perkawinan.

Kain tenun doyo dibuat dari serat doyo, sejenis tanaman yang tumbuh di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Tanaman Doyo mirip daun pandan dengan ukuran yang lebih lebar. Tanaman ini hanya tumbuh di lahan-lahan dipinggiran hutan dan ladang di wilayah Kutai Barat. Saat ini, tanaman ini kembali dilestarikan setelah sempat langka karena tergusur perkebunan kelapa sawit.

Berita Terkait


PARARA 2017 Hadirkan Keriaan dan Keakraban di Malam Pembukaan »


Festival Penen Raya Nusantara (PARARA) 2017 bukan sekedar acara yang mengumpulkan keramaian.

Beras Adan Krayan Dari Dataran Tinggi Krayan »

Makanan sebagai nutrisi merupakan kebutuhan dasar dan hak asasi manusia.

Awali Pagi Dengan Yoga Bersama PARARA »

Festival PARARA hari kedua, Jum'at (14/10) diawali dengan yoga bersama komunitas yoga Taman Suropati.