Berita

Ulap Doyo Tenun Khas Dayak Benuaq


Salah satu komunitas yang akan bergabung di Festival PARARA 2017 adalah Tilita, dari suku Dayak Benuaq. Tilita hadir dengan membawa produk Tenun Doyo serta berbagai aksesoris unik dari serat doyo. Tenun Doyo biasanya menonjolkan warna-warna merah, hitam dan coklat dengan motif flora, fauna dan mitologi. Diceritakan Tilita, kain tenun Doyo biasanya digunakan sebagai mahar perkawinan.

Kain tenun doyo dibuat dari serat doyo, sejenis tanaman yang tumbuh di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Tanaman Doyo mirip daun pandan dengan ukuran yang lebih lebar. Tanaman ini hanya tumbuh di lahan-lahan dipinggiran hutan dan ladang di wilayah Kutai Barat. Saat ini, tanaman ini kembali dilestarikan setelah sempat langka karena tergusur perkebunan kelapa sawit.

Berita Terkait


Kilas Balik: PARARA Perdana di 2015 »

Festival Panen Raya Nusantara (PARARA) untuk pertama kalinya diadakan pada 2015 lalu.

Tiga Isu Pangan di Indonesia menurut Peneliti Kebijakan Pangan »

Indonesia menghadapi tiga isu pangan yang kompleks.

Perlindungan Terhadap Kekayaan Tradisi Indonesia »

Kearifan tradisional Indonesia terancam jika tidak ada perlindungan dari pemerintah untuk mencatat dan melestarikannya.