Program

Pertunjukan musik


PARARA 2017 mengundang sejumlah penampil untuk menghibur para pengunjung selama festival berlangsung. AriReda, Sandrayati Fay dan The Kaborangs adalah beberapa line up yang telah menyatakan siap tampil untuk festival ini.


Jamaica Cafe

Jumat, 13 Oktober 2017 | 19:30


Jamaica Cafe, vokal grup yang telah malang melintang di berbagai panggung, baik di Indonesia maupun di luar negeri, terbentuk pada tahun 1991 dan pernah mendapatkan penghargaan Supporter of Honor dari World Wildlife Fund. Pada pembukaan Festival PARARA, Jamaica Cafe akan membawakan lagu-lagu keroncong dan tradisi Nusantara dengan teknik bernyanyi yang memukau.


AriReda

Sabtu, 14 Oktober 2017 | 21:00


AriReda adalah duo yang terdiri dari Ari Malibu dan Reda Gaudiamo. Mereka pertama kali terbentuk pada tahun 1982. Awalnya, mereka menyanyikan lagu-lagu seperti Fly Away (John Denver), lagu-lagu duo Simon & Garfunkel, dan lagu sejenis lainnya. Barulah pada 1987 mereka diajak terlibat dalam proyek apresiasi seni yang diprakarsai Fuad Hassan (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu). Tujuannya, membantu orang awam menikmati puisi lewat lagu. Selanjutnya, Ari-Reda akrab menyanyikan sajak-sajak Sapardi Djoko Damono.


Sandrayati Fay

Sabtu, 14 Oktober 2017 | 19:30


Sandrayati adalah seorang penyanyi dan penulis lagu berdarah Filipina-Amerika yang lahir dan besar di Pulau Jawa dan Bali. Di usianya yang belia tahun, ia telah banyak menciptakan lagu yang merupakan ekspresinya terhadap alam, identitas dan cinta. Ia mengatakan dirinya merupakan sosok yang menyikapi segala sesuatunya dengan damai dan tenang, bahkan ketika dirinya memutuskan untuk menetap di Indonesia. andrayati sudah pernah berdiri di banyak panggung besar, dirinya bahkan pernah berduet bersama Iwan Fals.


The Kaborang

Minggu, 15 Oktober 2017 | 14:00


Dua jejaka kakak-beradik asli Sumba ini berkolaborasi untuk melantunkan lagu-lagu Sumba dan populer yang disajikan secara interaktif. Umbu Kaborang yang sering berkolaborasi dengan musisi seperti Saykoji berpadu dengan adiknya, Andro Kaborang, yang selama pertunjukan juga akan melakukan demo cupping di panggung. Lagu-lagu yang dinyanyikan terinspirasi dari kopi-kopi yang disajikannya.


Oscar Lolang

Minggu, 15 Oktober | 16:00


Kecintaan pada Bob Dylan, Pete Seeger, dan Joan Baez memudahkannya untuk menjatuhkan pilihan pada musik folk. Single pertamanya, "Eastern Man", Oscar Lolang seakan mengenalkan kembali musik folk sebagai cara berjuang paling puitis. Melalui lagu tersebut Oscar Lolang bercerita tentang kondisi Papua yang menurutnya makin menyedihkan, "Saya terganggu dengan pergolakan di Papua yang sebenarnya tidak penting, dan di balik itu ada orang-orang yang mengambil keuntungan dari kondisi tersebut". Lagu berdurasi dua menit empat puluh lima detik itu terasa semakin spesial karena berisikan lirik bahasa Inggris dan bahasa Indonesia berlogat Papua.

Program Terkait


Pertunjukan Seni Tradisi »

Serangkaian pertunjukan seni tradisi, utamanya yang berkaitan dengan ritus panen ditampilkan selama festival berlangsung.

Ngopi Parara »

Serangkaian program terkait produk kopi lokal diselenggarakan selama festival, melibatkan komunitas kopi di Jakarta dan masyarakat luas sebagai peserta kegiatan.

Program Anak »

Program yang dirancang interaktif ini disajikan khususnya untuk anak-anak; bukan sekadar permainan, tapi juga alih pengetahuan mendasar tentang pangan dan sandang lokal.